TMCD

7 Serangan Penyakit yang Pasti Menyerang Budidaya Cabe Rawit

Kalau dipikir-pikir, kebutuhan cabe rawit semakin naik. Apa lagi kalau bicara soal kuliner super pedas. Tidak cukup hanya satu kg cabe rawit untuk memenuhi kebutuhan warung dan restauran. Bahkan, di bulan tertentu harga cabe rawit per kg-nya tembus di atas 100-ribu. Siapa yang tidak akan tergiur dengan harga segini?

Sayangnya harga cabe yang kerap fluktuatif ini memiliki banyak faktor disamping permintaan yang terlalu tinggi. Kondisi cuaca seperti datangnya badai La Nina sekarang otomatis mempengaruhi harga cabe karena produksi turun drastis. Mulai dari kondisi cabe yang cepat busuk setelah dipetik, hingga pohonnya terkena penyakit.

Nah, kalau sudah begini, boro-boro mau panen, petani pemula yang membuka usaha budidaya cabe rawit seperti kita bisa rugi bandar kalau tidak tahu penanganannya (terutama penyakit). Penanganan dan perawatan cabe memang butuh usaha ekstra di musim yang sulit diprediksi seperti sekarang. Karena itu, tips yang terangkum dari forum pecinta cabe berikut ini wajib di pahami.

Jenis Penyakit yang Akan Menyerang Usaha Budidaya Cabe Rawit

Thrips

Thrips sudah tidak asing lagi dimata petani cabai. Hama ini cukup berbahaya karena datang sebagai perusak cabe. Bahkan ia juga memiliki sifat carier yang nantinya akan mengakibatkan bibit cabe peyakitan. Ciri-ciri Thrips SP ini memiliki panjang tubuh +1mm yang menyerang daun muda. Kalau Anda mulai melihat strip-strip berwarna keperakan, ini kemungkinan besar terserang Thrips.  Warna keperakan ini biasanya diakibatkan oleh luka yang nantinya berubah menjadi coklat muda.

Antracnose

Istilah mudahnya dikenal dengan sebutan “pathek”. Penyakit ini sering mengganggu masa panen karena buah tiba-tiba membusuk sebelum siap dipetik menjelang masaini. Gejala awal penyakit “pathek” yaitu munculnya bercak mengkilap, berair dan buahnya kecoklatan hingga kehitaman. Kalau sudah seperti ini, buah cabe dipastikan segera membusuk. Umumnya, penyakit “pathek” muncul di musim hujan.

Layu Bakteri

Layu Bakteri disebabkan oleh bakteri  Pseudomonas solanacearum. Tanaman cabai tiba-tiba akan menjadi layu dan mati hanya dalam waktu 3 hari. Parahnya, media penularan penyakit ini begitu rentan. Bisa menular melalui benih, bibit, tanah dan juga sisa tanaman. Nematoda dan juga alat-alat pertanian juga bisa membuka peluang menularnya penyakit Layu Bakteri ke tanaman sehat lainnya.

Virus Kuning

Kalau daun tiba-tiba menjadi keriting dan ukurannya kecil, kemungkinan besar terkena penyakit virus Kuning. Ini disebabkan oleh Whitefly atau Bermisia tabaci. Kutu ini akan meletakkan telurnya di bawah daun yang kemudian akan menetas dalam waktu 7 hari.

Tungau (Mite)

Tungau atau Mite adalah parasit yang menyebalkan karena bisa merusak batang dan daun. Akibatnya, daun berubah menjadi berwarna kekuningan dan keriting akibat cairan daun terhisap. Ukuran tungau sekitar 0,5 mm dengan kerangka chitin dan memiliki potensi besar sebagai pembawa virus.

Kutu

Kutu cabai atau juga Aphids memiliki jenis serangan yang hampir sama dengan tungau sehingga daun menjadi keriting, belang-belang dan rontok. Bedanya kutu ini berkembang biak sangat cepat karena mereka bisa bertelur meskipun tidak mengalami pembuahan.

Lalat Buah

Lalat buah tidak hanya menyerangbuah cabe saat menjelang panen, namun mereka juga merusaknya sekaligus meletakkan telur yang kemudian menghasilkan larva dan membuat cabai cepat busuk dari dalam.

Sedikit sulit membasmi penyakit yang menyerang cabai seperti jenis-jenis penyakit di atas. Kecuali Anda melakukan beberapa pencegahan seperti penyemprotan, bisa jadi usaha budidaya cabe rawit Anda selamat.

Bila Anda tidak terlalu suka menggunakan pestisida kimia, ada resep ampuh untuk membasmi hama dan penyakit hanya dengan bahan-bahan di dapur.

Resep Pestisida Cabai

  • Segenggam bawang putih
  • Satu sendok cabe rawit
  • 3 lembar daun pandan
  • segenggam daun kemangi
  • segenggam daun tembakau
  • 2 ruas jari kunyit
  • Kenikir
  • 2 sendok makan gula pasir
  • Air
  • 1 tutup botol EM*
  • 2 buah botol yang bersih dan steril

Cara Membuat:

  • Bahan-bahan utama di atas diblender kemudian dimasukkan dalam botol.
  • Masukkan EM* dan gula pasir lalu tutup dan diamkan selama 1 minggu
  • Apa bila sudah, saring pestisida alami tersebut.

Cara Pakai:

Larutkan 60cc pestisida alami tadi dengan 1 liter air, kemudian semprot pada batang dan daun setiap 1 minggu sekali.

Sering-sering cek kondisi caberawit Anda. Untuk mencegah munculnya hama, gunakan insektisida atau profenofos 500EC. Harganya lebih murah. Sekalinya Anda melihat tanaman cabai yang terinfeksi penyakit, segera isolasi agar tidak menulari yang lain. Perhatian ekstra semenjak dini sangat diperlukan kalau Anda ingin usaha budidaya cabe rawit berjalan lama.

Artikel Lain

Tips Membeli Cincin Nikah Bersama Pasangan Anda Meminang seorang gadis untuk dinikahi tentu belumlah lengkap jika belum memberikan cincin nikah sebagai simbol pinangan si pria. Untuk itu, memilih ci...
Sedekah Yang Paling Afdhol Bagi Kaum Muslim yang B... Dalam satu hadits ada keterangan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam tentang kegiatan bersedekah yang paling penting dengan kata lain afdhol. T...
Hemat Anggaran Memakai Rekomendasi Penyedotan Kama... Menjelaskan mengenai jasa sedot kamar mandi sebagai solusi wc mampet yang sering dicari, calon pengguna jasa pun perlu mengerti sejumlah saran sedot k...
Cara Memilih Jasa Service AC Tanah Abang yang Prof... Untuk memilih penyedia jasa service ac tanah abang atau tukang service ac memang gampang-gampang susah, hal utama yang harus diperhatikan adalah pelay...
Kisaran Harga Cincin Kawin dari Palladium Sudah tahukah Anda bahwa ada cincin kawin yang terbuat dari Palladium? Rasanya memang terdengar masih asing, namun faktanya cincin kawin palladium...
Scroll To Top